Kala ini kepedihan itu mengamit lagi... Entah kenapa pedihnya begitu terasa, pahitnya terlalu perit untuk ditelan... Malah hingga saat ini, aku gagal melupakan dia. Ya! Dia yang mengajar aku makna sebuah cinta...

Oh Tuhan... kenapa aku jatuh cinta pada dia? kenapa aku mesti rindukan dia? telah sekuatnya aku mencuba untuk melupai dia tapi aku tak upaya... benci yang disemai tak tumbuh di hati, tak lekat di jiwa...yang ada hanya rindu yang tak pernah padam untuknya... Kadang-kadang, aku benci perasaan itu... Benci sekali!
Awak... kenapa tinggalkan saya tanpa sepatah kata yang bisa saya mengerti? Hanya sepatah kata yang mampu membenihkan benci dalam hati saya? Kenapa tinggalkan saya dengan keadaan diam seribu bahasa? Saya pandang awak waktu tu! Saya tengok awak! Awak senyum pada saya... tapi awak pergi jugak... Kenapa awak pilih untuk menyakiti hati saya dengan cara itu? Penuh tanda tanya...
Kalau benar awak bencikan saya... katakan hanya sepatah kata yang bisa melunturkan segala perasaan pada awak... Tak tahan rasanya bila rindu itu datang meruntun hati ini... katakan!

Sajak nie aku dapat dari mySahabat. Kat ruang forum... Saja nak kongsi dengan korang... Aku merasainya...
rasa sayang milik setiap insan,
rasa sayang jua milik aku,
tetapi aku gagal,
gagal meneruskannya.
wahai dunia,
lihatlah aku,
lihatlah aku yang tewas,
tewas dalam mempertahankan cintaku,
kasih sayang ku,
kenapa,siapakah yang silap??
aku kah...
jawablah wahai dunia,
aku tahu kau mendengarnya,
tetapi kau tak bisa menjawab,
aku jua begitu....
aahh...mereka lebih layak,
mereka di takdirkan...
aku pasrah..
sesungguhnya jika pengorbananku ini....
mengundang sejuta kebahagiaan dan kegembiraan,
kenapa tidak aku teruskan saja,
mengapa tidak....walaupun ia pahit,
ya..aku akan teruskan...
pergilah sayang....pergi,
aku relakan kau berlalu,
dan percayalah...
aku dgn ikhlas mendoakan,
semoga kau berbahagia,
usah difikir tentang diri ini,
takkan ku biar diri ini hanyut,
kebahagiaanku bukan bersamamu,
aku ku teruskan pencarian ini,
rela kan aku pergi...kita sama-sama merelakan,
walaupun kita sama-sama menderita,
lupakan aku,
sesungguhnya..
aku tidak akan sekali-kali melupakanmu sayang...

Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang di hati orang lain. Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi, tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka itu tetap ada. Dan, luka kerana kata-kata adalah sama buruknya dengan luka berdarah.